Prinsip-Prinsip Pengembangan
Materi
Prinsip-prinsip yang dijadikan dasar dalam menentukan materi
pembelajaran adalah kesesuaian (relevansi), keajegan (konsistensi), dan
kecukupan (adequancy).
a)
Relevansi atau Kesesuaian
Materi pembelajaran hendaknya relevan dengan pencapaian standar kompetensi dan pencapaian
kompetensi dasar. Jika kemampuan yang diharapkan dikuasai peserta didik berupa
menghafal fakta, maka materi pembelajaran yang diajarkan harus berupa fakta, bukan
konsep atau prinsip ataupun jenis materi yang
lain.
b)
Konsistensi atau keajegan
Jika kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta
didik ada dua macam, maka materi yang harus diajarkan juga harus meliputi dua
macam.
c)
Adequancy atau kecukupan
Materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam
membantu peserta didik mengusai kompetensi dasar yang diajarkan. Materi tidak
boleh sedikit, dan tidak noleh terlalu banyak. Jika terlalu sedikit maka akan
kurang membantu tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebaliknya
jika terlalu banyak materi yang diberikan kepada peserta didik maka akan
mengakibatkan keterlambatan dalam mencapai kurikulum.
Dalam
materi pengembangan materi pembelajaran guru harus mampu mengidentifikasi dan
mempertimbangkan hal-hal berikut :
a) Potensi peserta didik meliputi potensial
intelektual, emosional, spiritual, social, dan potensi vokasional.
b) Releansi dengan karakteristik daerah jika
peserta didik dan sekolah berlokasi bertempat didaerah pantai, maka pegembangan
materi pembelajaran diupayakan agar selaras dengan kondisi masyarakat pantai.
c) Tingkat pengembangan fisik, intelektual,
emosional, social, dan spiritual peserta didik.
d) Kebermanfaatan bagi peserta didik
pengembangan materi pembelajaran tuntas diupayakan agar manfaat dapat dirasakan
peserta didik dalam waktu yang relative singkat setelah suatu materi
pembelajaran tuntas dilaksanakan.
e) Struktur keilmuan mengembangkan materi
pembelajaran sosiologi harus didasarkan pada struktur keilmuan sosiologi.
f) Aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi
pembelajaran. Dan dapat mengembangkan materi pembelajaran hendaknya selalu
mempertimbangkan potensi didik.
g) Relevansi dengan kebutuhan peserta didik
dan tuntunan lingkungan.